HOT NEWS

Kampoeng Cyber ala Budi Juniarto, Baru Meluncur, Kampung Lain Langsung Meniru

Rabu, 15 Agustus 2007

SURABAYA

Ide baru sering mengilhami orang lain melakukan hal yang sama. Demikian juga dengan pendirian Kampoeng Cyber oleh Ir Budi Juniarto MMT di Rungkut Asri Utara. Tiga hari setelah di-launching, 5 Agustus lalu, masyarakat di tempat lain langsung mengadopsi ide ini.

Beberapa hari terakhir ini Budi Juniarto, 41, terlihat super sibuk. Aktivitasnya bertambah padat. Pulang kantor sebagai salah satu PNS di Bappeprov Jatim, dia harus meluangkan waktunya lebih dari 10 jam untuk melayani tamu-tamu dan cangkrukan dengan warga.

Perubahan drastis ritme keseharian Budi terjadi setelah Kampoeng Cyber di rumahnya, Jl Rungkut Asri Utara 11, diresmikan 5 Agustus 2007 lalu. Istimewanya, peresmian Kampoeng Cyber dilakukan Menteri Komunikasi dan Informasi (Mekominfo), Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA langsung. Lebih istimewa lagi, Menkominfo yang meresmikan adalah tetangga Budi. Rumah Nuh hanya berjarak satu rumah. “Sebuah kebetulan yang tak pernah saya duga sebelumnya,” ujar Budi kepada Surya, Rabu (8/8).

Wajar kalau bapak dua anak ini mengatakan demikian karena ide mendirikan Kampoeng Cyber sudah muncul sejak empat bulan lalu. Awalnya juga sangat sederhana. Dari hasil sering cangkrukan malam hari dengan orang di sekitar rumahnya muncul gagasan ini.
Dalam setiap obrolan cangkrukannya, Budi sering menyampaikan pentingnya informasi teknologi (IT) termasuk bagi orang kampung. “Filosofi saya, internet adalah jendela dunia. Tanpa ada sekat dan batasan apa pun,” jelasnya.
Menyikapi ide Budi itu, orang kampung awalnya apatis. IT dinilai sebagai sesuatu yang utopis bagi orang kampung. “Boro-boro pakai internet, wong komputer saja tak punya,” cerita Budi menyampaikan celetukan sejumlah warga kampungnya.
Mendapati hal itu, suami Dra Andromeda Qomariah MMT ini tak patah arang. Dia mencari cara lain. Caranya, selalu membawa laptop setiap cangkrukan untuk memperlihatkan betapa pentingnya internet. Berbekal laptop itu, Budi menunjukkan berbagai manfaat internet, mulai dari mencari informasi sekolah, obat, harga sembako, sampai menunjukkan lokasi rumah sejumlah warga lewat google earth.
Cara persuasi tersebut berhasil. Sejumlah warga perlahan-lahan menyadari pentingnya IT bagi wong kampung. “Saat mereka sadar itulah, saya menyampaikan ide untuk membuat Kampoeng Cyber. Tempat cangkrukan orang kampung membuka jendela di dunia lewat dunia maya. Dan alhamdulillah warga mendukung,” imbuh Budi.
Untuk mewujudkan idenya, pria kelahiran Lumajang 27 Juni 1966 ini mengaku terkendala dana karena biaya yang dibutuhkan cukup mahal. Akhirnya ia terpaksa menjual mobil Honda Stream miliknya seharga Rp 135 juta. Uang ini yang dipakai membeli 10 set komputer, merenovasi rumah menjadi nyaman, menyiapkan bandwith, dan membeli sejumlah peralatan lain. Ini termasuk membuat situs www.kampoengcyber.com. “Khusus bandwith, saya menggunakan Radnet. Kebetulan gratis karena pertolongan teman,” imbuhnya.
Saat diuji coba, jaringan internet lewat Kampoeng Cyber milik Budi bisa diakses sejauh 1,5 kilometer. Ini membuat semua 'warga kampung' yang tinggal di sekitar rumahnya dalam radius itu bisa memanfaatkannya. Gratis lagi.
Setelah tiga hari diluncurkan dengan jam buka pukul 08.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, respons masyarakat cukup positif. Sehari lebih dari 40 orang datang. Untuk melayani banyaknya pengunjung yang datang, Budi sampai mempekerjakan tiga orang tetangganya untuk membantu.
Budi semakin bangga ketika tahu yang memanfaatkan Kampoeng Cyber tidak hanya warga kampung yang tinggal di sekitar rumahnya tetapi juga warga wilayah lain di Surabaya dan Sidoarjo. Sebut saja daerah Darmo, Kutisari, Kedung Baruk, sampai Pondok Chandra Indah.
Perasaan Budi semakin membuncah, ketika sejumlah warga di wilayah lain ingin meniru apa yang dilakukannya. “Sudah tiga orang yang berminat. Semuanya saya beri support dan beri penjelasan mulai A sampai Z agar segera membuat kampung cyber ditempatnya,” tukas alumnus S1 Untag dan S2 dari ITS ini.
Melihat perkembangan yang terduga tersebut, Budi mengaku hanya bisa mengucap syukur karena ide untuk memelkkan masyarakat kampung memberi berkah.

by surya.co.id

Biaya Akses Internet di Indonesia Sangat Mahal

Biaya akses internet di Indonesia masih sangat tinggi dibandingkan negara-negara berkembang lainnya. Ongkos akses internet di Indonesia lebih mahal hingga 4-5 kali dibandingkan ongkos akses internet di India.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Kompas Cyber Media Ninok Leksono dalam Lokakarya Membangun Habitus Teknologi Informasi di Komunitas Nahdliyin di Jakarta, Rabu (8/8).

Mahalnya biaya akses internet membuat kesenjangan digital di Indonesia sulit untuk segera dikurangi. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) didominasi oleh kelompok masyarakat menengah ke atas. Masyarakat pedesaan masih sulit menggunakan TIK.

Kesenjangan digital yang tinggi terlihat dari sedikitnya penggunaan komputer dan akses internet dibandingkan jumlah penduduk yang ada. Jumlah komputer di Indonesia hanya sekitar 10 juta untuk sekitar 220 juta penduduk.

Penggunaan internet juga hanya mencapai sekitar 25 juta orang atau sekitar 10 persen dari jumlah penduduk. Padahal penggunaan internet di luar negeri dibandingkan jumlah penduduknya sudah mencapai 85-95 persen.

"Tantangan penggunaan TIK di Indonesia adalah akses informasi yang lebih cepat dan murah," kata Ninok.

Mahalnya akses informasi di Indonesia disebabkan oleh diserahkannya pengelolaan TIK kepada perusahaan yang murni berorientasi pada laba. Perusahaan pengelola TIK juga hanya dikuasai oleh segelintir kelompok yang membuat patokan harga akses internet menjadi tinggi.

Menurut Ninok, pemerintah berupaya mengurangi kesenjangan digital ini dengan pembentukan Dewan TIK Nasional. Selain penyiapan infrastruktur pendukung untuk penyebaran TIK ke seluruh tanah air, Dewan TIK Nasional juga menargetkan akses internet di Indonesia menjadi lebih murah dan lebih cepat dalam 1-2 tahun kedepan.

Should Babies Watch TV?



It's something every new parent grapples with: How much TV is too much TV?Researchers at the University of Washington have found really young kids seem to be watching a lot of it. And while they're not sure how bad that is for them, they know it's not entirely good. Here's what their survey turned up:
90 percent of children under the age of 2 watch TV and videos regularly
40 percent of infants under 3 months are, too (Three months?)
29 percent of parents whose babies are watching TV and DVDs believe the educational programming is good for their brain stimulation, though no research has proven this
Sure, every parent of a baby and young toddler needs a break, but check out the full story in the Seattle Post-Intelligencer to help you decide how much is okay. Remember that the American Academy of Pediatrics recommends no television for children younger than 2, and only one to two hours a day of quality programming for older children.
Resist the temptation to put TVs in children's bedrooms, too. The academy says one of out of every five children age 2 or younger has a TV in his bedroom. There's another reason this may not be a good thing — an increased risk of obesity for preschoolers who have TVs in their bedrooms.
So, truthfully, do you think babies should watch any TV or videos? Please share how you manage the balance of educational videos, TV, and good old-fashioned play with your little ones.

by chip.com

Protecting Your Laptop from Viruses










  • What it does: Prevents certain malicious programs from infecting your computer.
    What it protects against: Viruses, worms, Trojan Horses. These programs set up operation on your computer, doing a number of nasty things, such as
    Destroying random files on your hard drive.
    Storing pornography on your hard drive and using your computer to distribute those images.
    Scanning your hard drive for valuable information, such as passwords, bank account numbers, or credit card numbers.
    Taking over your computer to launch viral attacks on other computers on the Internet.
    Taking over your computer so that spammers can spew out bulk e-mail.
    Any number of other hideous, horrible things!
    The background: In the olden days, it took an infected floppy disk or CD to give your computer a virus. That may still happen today, but most likely a virus infects your computer through an e-mail attachment.
    To protect yourself against this scourge, you need to run antivirus software. You need to run it all the time. You need to use this software to protect your computer.
    Scanning for viruses
    Windows XP doesn't come with its own virus scanner. You have to get a third-party virus scanner, such as the Norton AntiVirus or McAfee's VirusScan. Other antivirus programs to consider include
    Avast! Antivirus
    AVG Anti-Virus
    Kaspersky antivirus protection
    You can use these programs in two ways:
    Actively: To actively scan for viruses, the antivirus program does a complete scan of memory, then the hard drive, then files on the hard drive. Everything is checked against a database of known viruses.
    Passively: The antivirus programs uses the passive virus scan as your computer receives files. The program individually scans and checks each file coming in against the virus database.
    Obviously, each antivirus program does things differently. Refer to the documentation that came with your antivirus software program to see how things work.
    Sometimes it helps to have and run two different antivirus programs. Not at the same time, but perhaps run one first, shut it down, then run a second antivirus program. The second one may catch some things that the first one misses.
    Yes, some antivirus programs require a paid subscription. You don't pay for the program, but rather for accessing and updating the antivirus database. But the cost of the subscription is worth it! Don't delay in updating your antivirus database!
    Though most of the Web-based virus-scanning utilities are legitimate, you may want to avoid using them. Only trust the software if you're darn certain that it's okay; otherwise, who knows what kind of program you're letting into your computer?
    Good advice to help protect you from the viral scourge
    Viruses happen to good people, but they also happen to idiots who don't heed good advice (such as these pearls of wisdom):
    Don't open unexpected e-mail file attachments, even if they appear to be from someone you know and trust. If you weren't expecting anything, don't open it!
    Especially avoid any file attachment with these suffixes, or filename extensions: BAT, COM, EXE, HTM, HTML, PIF, SCR, VBS.
    A plain text e-mail can't contain a virus. But a virus can sneak in by using an e-mail signature or attachment!
    If you don't open the attachment and just delete the message, you can probably prevent your computer from being infected.
    If your e-mail program automatically saves e-mail file attachments, then delete those attachments from the folder that your program saves them in.
    Microsoft's Outlook Express is particularly vulnerable to e-mail viruses. Consider getting an alternative e-mail program, such as Web-based e-mail.
    The best protection against nasty programs in e-mail is to use antivirus software.
  • by chip.com

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
eXTReMe Tracker