HOT NEWS

Microsoft Pilih Hillary, Google dan Yahoo Pilih Obama

Kamis, 07 Februari 2008

KAMIS, 07 Januari 2008


Di lembah silikon, perseteruan antara Hillary Clinton dan Barrack Obama juga cukup panas. Microsoft condong ke Hillary, sedangkan Google ke Obama.

Hal itu dilihat dari jumlah donasi yang dialirkan karyawan masing-masing perusahaan ke dua bakal calon presiden dari Partai Demokrat tersebut. Sedangkan secara resmi sebagai perusahaan, Microsoft maupun Google nampaknya memilih posisi netral.

jumlah donasi paling besar dari karyawan Microsoft mengalir ke Senator New York Hillary Clinton, mantan ibu negara yang kini ingin menjadi calon presiden dari Partai Demokrat. Sedangkan karyawan Google, dan juga Yahoo, lebih banyak mengalirkan dana mereka ke Barrack Obama.

Total jenderal, karyawan Microsoft menyumbangkan hampir USD 130.000 untuk Clinton. Sedangkan yang menyumbang ke Obama hanya sekitar USD 68.000.

Di sisi Google, karyawan perusahaan raksasa situs pencarian ini menyumbangkan lebih dari USD 97.000 ke Obama. Untuk Clinton, karyawan Google hanya mengalirkan USD 46.000.

Karyawan Yahoo, yang perusahaannya sedang diminati Microsoft, menyumbangkan USD 24.000 lebih ke Obama. Sedangkan untuk Clinton, hanya terkumpul dana USD 15.00-an.

Satu hal yang unik, karyawan Google tak ada sepeserpun mengirimkan uangnya untuk kandidat dari Partai Republik Mitt Romney. Karyawan Yahoo juga tak mengeluarkan uang satu sen pun untuk Mike Huckabee dan John McCain dari Partai Republik.

Berikut daftar bakal calon presiden Amerika Serikat dan jumlah donasi yang diterimanya dari tiga besar Google, Microsoft dan Yahoo:

Hillary Clinton (Demokrat)
Microsoft USD 129,734
Google USD 46,610
Yahoo USD 15,600

Barack Obama (Demokrat)
Google USD 97,771
Microsoft USD 68,005
Yahoo USD 24,288

Ron Paul (Republik)
Microsoft USD 54,111
Google USD 41,342
Yahoo USD 9,435

Mitt Romney (Republik)
Microsoft USD 19,805
Yahoo USD 600
Google USD 0

John McCain (Republik)
Microsoft USD 8,210
Google USD 1,550
Yahoo USD 0

Mike Huckabee (Republik)
Microsoft USD 750
Google USD 400
Yahoo USD 0

(sumber: detikinet.com wsh / wsh )

Mengenang Yahoo Sebelum Kudeta Google

Kamis, 07 Januari 2008


Jerry Yang dan David Filo adalah sosok di balik Yahoo. Pada usia 20 tahunan dan masih kuliah di Stanford University, dua pemuda ini tenggelam dalam proyek situs internet impiannya dan membangun cikal bakal Yahoo. Semula, situs mereka dinamakan 'Jerry's Guide to the World Wide Web'. Namun mereka kemudian mengganti namanya dan lahirlah Yahoo di tahun 1994.

Pada akhir tahun 1994 itu, Yahoo mulai diminati banyak pengguna internet. Menyadari potensi situsnya, Jerry dan David mendaftarkan Yahoo pada bursa saham di tahun 1996. Tak dinyanya, saham Yahoo langsung melonjak 154 persen dalam waktu sehari saja. Dalam tempo tiga tahun, Yang dan Filo pun jadi jutawan dengan masing-masing telah memiliki kekayaan raksasa, US$ 8 miliar.

Harus diakui pada era 1990an tersebut, Yahoo jadi portal internet yang jaya. Di tahun 1997, mereka juga mulai membuat Yahoo Mail yang membuat nama Yahoo makin menjulang di dunia maya.

Semuanya tampak seperti mimpi indah sampai lahirnya kompetitor kecil yang saat itu belum terkenal, Google, yang cikal bakalnya dimulai di tahun 1996. Google menawarkan layanan mesin cari yang menurut Mark Malseed, penulis 'The Google Story', lebih baik dari semua mesin cari internet lainnya.

Runtuhnya Kejayaan

Pertarungan head to head antara Yahoo dan Google pun akhirnya tak terhindarkan. Laju Google, pelan tapi pasti tak bisa terbendung. Pada tahun 2000, bisnis mesin cari Internet sudah mulai dikuasai Google. Bahkan saking populernya, kosa kata Google pun masuk ke kamus bergengsi, Oxford English Dictionary.

Kini di tahun 2008, Google telah menjelma menjadi kekuatan bisnis internet yang jauh lebih kuat daripada Yahoo. Pada kuartal empat tahun 2007 misalnya, Google membukukan keuntungan sampai US$ 1,21 miliar. Sementara Yahoo dalam kurun waktu yang sama, 'hanya' meraih profit sebesar US$ 206 juta.

Di tahun 2008 ini, Google juga diperkirakan akan menguasai pasar mesin cari dengan prosentase 65,1 persen sementara Yahoo berada jauh di belakang dengan raihan pangsa pasar 22 persen saja. Menilik fakta-fakta tersebut, menarik dilihat bagaimana Yahoo menanggapi tawaran pembelian Microsoft, utamanya dalam meraih kembali kejayaan mereka yang perlahan meredup.

(sumber : detikinet.com fyk / dwn )

Google Kok 'Panas', Microsoft Mau Ngasih Duit ke Yahoo?

Kamis, 07 Januari 2008


Raksasa industri search engine Google mengecam tawaran Microsoft. Menurutnya, upaya akuisisi Yahoo oleh Micrososft tersebut sebagai sebuah tindakan yang mengancam kebebasan pengguna Internet dalam menggunakan instant messaging dan akun e-mail alternatif.

Tak kurang dari Chief Legal Officer Google, David Drummond, secara resmi mengatakan bahwa tawaran "permusuhan" yang disampaikan oleh Microsoft kepada Yahoo meningkatkan berbagai pertanyaan yang mengganggu.

"(Tawaran akuisisi) ini lebih dari sekedar transaksi finansial, sebuah perusahaan mengambil alih perusahaan lainnya," tegas Google seperti disampaikan oleh Drummond.

Dalam tulisannya di blog resmi perusahan Google, Drummond mengajukan pertanyaan bernada was-was, kalau-kalau kombinasi Microsoft dan Yahoo tersebut akan memberikan keuntungan bagi pelaku monopoli bisnis software PC (Microsoft - red.) untuk melakukan limitasi kepada konsumer dalam hal kebebasan menggunakan e-mail, IM dan layanan web-based lainnya dari kompetitor.

Sementara itu, petinggi Microsoft Steve Ballmer mengatakan bahwa kombinasi antara Microsoft dengan Yahoo justru akan memberikan alternatif kepada pemasang iklan, yang selama ini 70 persen mengarah ke Google.

( sumber : detikinet.com dbu / dbu )

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
eXTReMe Tracker