HOT NEWS

Awas, Iklan Google Ditunggangi Trojan

Senin, 24 Desember 2007


Berhati-hatilah mengklik iklan Google, karena bisa jadi Anda akan diantarkan ke situs yang mengandung program jahat. Pasalnya, virus Trojan baru bernama Trojan,Qhost.WU ditengarai membajak teks iklan Google dan menggantinya dengan iklan dari provider lain. Virus ini diidentifikasi oleh vendor anti virus BitDefender.

Trojan tersebut akan menginfeksi file host komputer korban. Menurut BitDefender, browser dari komputer yang telah terinfeksi kemudian akan mengakses iklan dari server yang berbeda, tidak dari Google.

"Hal ini adalah sesuatu yang serius. Pengguna terkena efek karena iklan atau link situs mungkin tercemar program jahat. Demikian juga bagi Webmaster karena Trojan ini akan menurunkan jumlah pengakses situs yang mungkin jadi sumber pendapatan mereka," tutur Attila Balasz, analis virus dari BitDefender.

Kabar baiknya, BitDefender menggolongkan ancaman Trojan ini dalam kategori penyebaran rendah meskipun resiko kerusakannya berada di tingkat menengah. Selain itu, software anti virus juga disebutkan mampu menghapus Trojan ini.

Sementara, pihak Google sendiri telah bertindak dengan membatalkan akun konsumen yang mengandung iklan menuju situs berbahaya tersebut.

(sumber : detikinet.com fyk / rou )

Narsis, Separuh Pemakai Internet Lacak Diri Sendiri


Pernah mengetik nama Anda di Google dan mencari informasi tentang diri sendiri? Jika jawabannya ya, Anda ternyata punya banyak teman senasib.

Dalam survei tentang kebiasaan online oleh lembaga Pew and American Life Project terungkap, sebanyak 47 persen atau hampir separuh pemakai internet Amerika Serikat (AS) mencari informasi tentang namanya sendiri di internet.

Sementara, sebanyak 53 persen responden mengaku juga mencari nama orang-orang tertentu di dunia maya. Media pencarian tentu saja utamanya lewat mesin cari seperti Google.

Beberapa hasil studi bertajuk "Digital Footprints: Online Identity Management and Search in the Age of Transparency" ini di antaranya :

- 37 persen mencari informasi tentang latar belakang profesional atau tentang ketertarikan seseorang

- 31 persen mencari foto orang lain

- 31 persen mencari catatan publik seseorang seperti transaksi perumahan, proses perceraian, kebangkrutan dan sebagainya

- 28 persen mencari informasi pribadi seseorang

"Target pencarian yang populer adalah orang-orang dari masa lalu misalnya teman dan kolega lama," tutur Susannah Fox.

Di sisi lain, survei tersebut juga mengungkapkan bahwa 60 persen responden mengaku tak khawatir tentang adanya informasi tentang diri mereka di internet. Namun 38 persen responden cukup berhati-hati dengan membatasi postingan informasi personal mereka di dunia maya.

(sumber : detikinet.com fyk / fyk )

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
eXTReMe Tracker